Pengembangan Diri

Tetap Produktif Di Kota Macet

Di sebuah kota indah yang tidak macet bernama Ambon, saya pernah mengantar adik ipar ke gym, lanjut membeli oleh-oleh, lalu menjemput keponakan pulang sekolah dan mengantarnya pulang, semua hanya dalam waktu setengah jam. Di sebuah kota modern yang luar biasa macet bernama Jakarta, hanya dari meeting di SCBD ke rumah sakit Dharmais menghabiskan waktu dua jam lima puluh menit. Saya punya banyak waktu di kota tempat saya berlibur, sementara saya kehabisan waktu di kota tempat saya mencari nafkah, padahal orang bilang waktu adalah uang. Saya penjunjung tinggi produktifitas, dan waktu adalah salah satu faktor terpenting untuk dapat produktif. Sebuah cobaan yang luar biasa berat untuk bisa produktif di kota yang macet.

Terus bergumul dengan isu ini hampir setiap hari akhirnya membuat saya sadar bahwa produktifitas kembali pada pribadi masing-masing. Bila waktu itu tetap dan kemacetan adalah bagian dari kota, berarti kitalah yang harus cerdas berstrategi. Saya harus memilih antara mau nyaman atau mau produktif. Maka mulailah saya mencari-cari cara supaya kemacetan tidak membuat saya ikut-ikutan lamban dalam berkarya. Berikut tiga hal yang sejauh ini berhasil membantu saya.

Hal pertama yang saya temukan adalah, ternyata saya bisa tetap bekerja walau macet, selama bukan saya yang menyetir kendaraan. Dengan terbebas dari setir, gas, dan rem, saya bisa membaca email, membalas whatsapp, corat-coret ide, atau sekedar diam dan fokus berpikir. Beberapa artikel menyebutkan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang berhasil adalah merenung, berpikir dalam-dalam. Saya sekarang banyak menemukan kesempatan ini di jalan, semakin macet, semakin lama saya dapat merenung. Sudah 6 tahun saya rutin gunakan transportasi umum agar tetap bisa produktif. Dari feeder bus, Commuter Line, sampai favorit saya Gojek supaya cepat sampai. Enggak nyetir inilah rahasia saya untuk dapat mengurus banyak sekali hal dalam 8-10 jam waktu kerja.

Teknologi juga sangat berperan dalam mendukung produktifitas saat macet. Kita sekarang dapat bekerja dari gadget, tanpa menunggu harus tiba di kantor. Saya sendiri mulai menyimpan file-file pekerjaan di akun cloud. G suite dari Google bisa menjadi one-stop working station, dari office tools sampai kalender bisa dikerjakan disini dan bisa diakses dimana saja. Draft artikel ini pun saya ketik di Google Docs, di luar kantor. Evernote juga plaform yang sangat baik untuk mengumpulkan berbagai file untuk dikerjakan maupun referensi untuk dilihat sembari macet-macetan. Laptop sudah sangat membantu, namun bila ingin lebih produktif, tablet mini atau smart phone akan membuat anda lebih gesit lagi, hampir dimana saja anda bisa bekerja. Sebagai catatan untuk smart phone, sebaiknya gunakan yang memiliki layar setidaknya 5.5 inci agar tidak merusak mata, karena layar yang lebih kecil membuat makin susah mengetik maupun mellihat gambar.

Yang terakhir adalah mengatur waktu, jangan spontan. Hari yang sudah rapih direncanakan saja bisa dibuat berantakan oleh macet, bayangkan apa yg dapat kemacetan perbuat pada hari yang tidak direncanakan. Benjamin Franklin sangat terkenal dengan kedisiplinannya mencatat (bukan hanya membayangkan) apa yang harus dia lakukan sebelum memulai harinya. Saya mencoba mengikuti teladan beliau dengan mencatat setiap malam apa saja yang harus saya kerjakan dalam dua hari kedepan. List itu saya cek setiap pagi. Dengan ini saya sudah bisa perkirakan berapa jam dan berapa banyak energi, bahkan berapa banyak uang yang akan keluar besok dan lusa. Banyak orang membiarkan hidup mengalir, namun saya pribadi lebih suka pepatah ini: “only dead fish go with the flow”. Dengan mengatur waktu, saya memiliki kendali atas produktifitas diri, dan memiliki kendali selalu lebih menguntungkan daripada dikendalikan.

 

Foto: Phil Hauser (Unsplash)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s