Bisnis

Tidak Pandai Tapi Bisa Sukses

Duduk di sebuah restoran bagus dengan lighting yang nyaman dan makanan yang enak, seorang anak muda sedang berdiskusi dengan seorang bapak, kebanyakan soal bisnis dan keluarga. Bapak ini punya pembawaan yang asik, orangnya rileks, dan beliau punya bisnis yang sukses, salah satu pemain besar di bidangnya. Si anak muda ingin sekali tahu rahasia keberhasilan bapak ini, maka berceritalah beliau. Semakin lama bercerita, si anak muda mulai mendapat jawabannya, namun tidak seperti yang dia harapkan. Inginnya mendapat trik-trik bisnis yang canggih, si anak muda malah menyadari bahwa bapak ini sukses bukan karena kepandaian akademis, namun karena beliau pandai bergaul.

Pintu bisnis bapak ini terbuka dari kenalan masa SMA setelah puluhan tahun tidak bertemu. Awalnya kenalan ini menghubungi sahabat SMAnya untuk dicarikan seseorang yang bisa membantu bisnisnya, dan sahabat tersebut merekomendasikan bapak ini. Bisa dibayangkan bagaimana bapak ini menjaga hubungan baik dengan teman-temannya sehingga walau sudah lama sekali tidak bertemu, teman-temannya masih ingat bahkan menyimpan nomor telepon beliau.

Bapak ini bukan anak terpopuler di sekolah sehingga semua orang pasti mengingatnya, tapi beliau aktif berhubungan dengan teman-temannya, yang berarti beliau adalah orang yang terbuka, dapat menerima teman dalam berbagai situasi. Terbuka bukankah hal yang mudah karena sifat manusia yang pemilih, namun keterbukaan dapat dilatih dengan selalu berpikir positif. Kecurigaan dan insecurity hanya menyebabkan anda sulit menerima orang lain, sementara pikiran positif membuat anda dapat melihat lebih banyak potensi daripada ancaman.

Anda mungkin cukup sering mendengar kisah business deal yang hanya berlangsung dua menit, namun harus melalui dua jam makan dan ngobrol santai lebih dulu. Biasanya deal dengan skenario seperti ini adalah deal besar atau krusial. Tidak semua orang dapat melakukannya. Menurut si Bapak, yang membuat beliau dapat melakukan ini adalah karena dia berteman baik dengan para decision makers, ada yang memang teman masa sekolah, ada juga yang baru kenal di proyek tapi langsung jadi teman baik dan bertahan lama melewati promosi demi promosi, dari kacung sampai jadi bos. Pertanyaannya, bagaimana cara Bapak ini menjaga persahabatannya?

Kesetiaan. Teman anda tidak akan sungkan membantu anda bahkan untuk hal sebesar apapun bila mereka dapat melihat ketulusan anda yang diuji lewat waktu dan kesetiaan. Jadi bukan hanya pacar yang perlu di-maintain, ternyata sahabat juga. Bukan karena ada maunya, tapi memang secara otomatis, menjaga persahabatan akan banyak membantu anda. Kesetiaan dapat dibentuk dengan dua cara: kesabaran dan ketahanan. Susah senang dilewati bersama, saling bantu tanpa pamrih, serta tidak menghilang ketika keadaan sedang sulit. Stick together.

Yang berbahaya dari sebuah kedekatan adalah, apabila ada yang terkhianati, akan sangat mudah bagi yang tersakiti untuk berubah dari kawan menjadi lawan. Bila anda mengkhianati sahabat anda, tinggal tunggu waktu dia akan membuka keburukan-keburukan anda dan tamatlah riwayat anda, karena reputasi buruk pasti cepat menyebar seperti virus dan menyerang semua kenalan anda. Bila sudah begini, kepandaian akademis tidak dapat banyak membantu. Conflict resolution tidak dihasilkan oleh diagram-diagram yang dibahas di ruang rapat, namun dengan turun tangan, menjadi pendengar yang baik, dan membangun ulang jembatan komunikasi dengan cara menggandeng ulang pihak-pihak yang terputus. Semua ini adalah social skill, hanya terasah saat anda bergaul dengan teman-teman.

Jadi, judul artikel ini sebetulnya kurang lengkap. Mestinya ditulis “Tidak Pandai Di Sekolah Tapi Tetap Sukses”, karena ternyata skill bergaul adalah juga sebuah kepandaian, hanya saja tidak ada dalam buku pelajaran sekolah. Dan justru, banyak orang lebih gampang jadi pandai akademis daripada pandai bergaul.

 

Foto: Rosie Fraser (Unsplash)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s