Bisnis Entrepreneurship Pengembangan Diri

Belajar Soal Persaingan dari Patria Prima

Andal selalu tertarik menampilkan para pengusaha muda di daerah lain diluar ibukota, karena Andal percaya Indonesia lebih luas dari Jakarta, dan orang besar pasti ada di seluruh penjuru negeri. Patria Prima Putra adalah salah satunya. Masih berstatus mahasiswa di Universitas Jambi, dia telah membesarkan bisnisnya Brownies Manten yang kini beromset sekitar 400 juta per bulan dengan lebih dari 500 distributor dan 3.000-4.000 reseller.

Pada 22 Juli lalu, Patria mem-posting sebuah tulisan mengenai persaingan di Instastory akun Instagramnya. Tulisannya yang santai ternyata begitu mengena dan penuh pelajaran, oleh karena itu tim Andal rela menulis ulang posting Patria (yang tentu saja sekarang sudah hilang dari Instastory), dengan harapan Anda pun mendapat suatu pencerahan dan pelajaran.

(Tulisan disalin apa adanya, dengan amat sedikit pembetulan tanda baca tanpa merubah otentisitas tulisan asli)

Pernah gak sih yang mau mulai bisnis takut idenya dicuri orang? Takut ada saingan? Takut ada yang niru bisnisnya?

Tenang kamu gak sendiri, dulu juga saya sempat berpikir seperti itu. Saya pikir saingan itu adalah musuh, setiap waktu saya waspada sama mereka. Sampai di satu titik saya sadar kalo saya terlalu fokus untuk melihat gerak gerik mereka dan jika itu terus terjadi bisa berbahaya untuk bisnis saya.

Akhirnya mulai lah saya rubah pola pikir, saingan itu adalah tolak ukur, yang dilihat bukan untuk diwaspadai tapi untuk jadi penyemangat. Karena kompetisi itu baik sebenarnya, bisa membuat kita terus terpacu memperbaiki kualitas diri termasuk kualitas perusahaan. Perlu diingat kompetisi tersulit itu adalah melawan diri sendiri, bukan melawan saingan. Rasa malas, hobi menunda pekerjaan, gak mau belajar adalah musuh terberat yang kadang kamu gak sadar sedang kamu alami.

Saya pun mendapati ini dari bisnis saya sendiri, saya belajar banyak dari bisnis saya sendiri tentang persaingan. Sebagian besar orang ketika ingin bergabung menjadi distributor dan reseller biasanya selalu bertanya apakah di kota saya sudah ada yang jual? Dan mereka berharap kami menjawab belum hehehe.

Saya selalu amati perkembangan orang-orang yang menjadi distributor dan reseller sendirian dikotanya, tau gak apa yang terjadi pada mereka? Mereka tidak punya saingan dalam berjualan dikotanya otaknya jadi tenang, merasa semua orang yang mau beli manten di kotanya akan membeli semua ke dia.

Terus apa yang terjadi?

Yang terjadi adalah, mereka yang berjualan sendiri tanpa saingan dikotanya berhasil buangettt pernah ada yang sampai bisa jualin 500pcs-1000pcs sehari bayangin jika untungnya 1000 aja bisa dapet penghasilan 500rb-1 juta/hari TAPI MUSTAHIL HANYA 1 JUTA KARENA BIASANYA MEREKA MENGAMBIL UNTUNG MINIMAL 2000-6000 bisa dibayangkan bukan untungnya? Eittsss tapi jangan tergiur dulu masih ada cerita lanjutannya. Cerita diatas hanya sebagian kecil orang yang bisa mencapainya.

Kenapa?

Karena kebanyakan dari mereka yang hanya jadi penjual sendiri di kotanya merasa dia jadi raja dikotanya, sehingga berpikir pelanggan akan datang sendiri tanpa harus dia melakukan apa-apa, jangkauan promosi mereka hanya 1000-2000 orang saja dari total penduduk kota yang berjumlah 1juta jiwa. Mereka hanya promosi ke keluarga-keluarga dan berharap keluarganya tiap hari ketagihan membeli produknya sampai dia lupa brand sekelas KFC aja gak akan orang yang sama beli setiap hari, saya mau tanya terakhir kamu makan KFC kapan? Kemarin? 2hari lalu? 1minggu atau 1bulan lalu? Bisa dibayangkan bukan kalau dia hanya berpromosi di lingkungan nya aja dan sesekali promosi di instagram yang followersnya gak seberapa? Kira-kira orderan akan datang dari mana?

Yapss diatas adalah contoh mengerikannya zona nyaman alias gak punya pesaing, terkadang gak punya pesaing justru membuat kita santai. Jadi gak mau belajar dan jika ada kesalahan serta kegagalan dia buru-buru mencari pembenaran dengan menyalahkan produk, menyalahkan kota mereka yang kecil dll padahal? Banyak kegagalan terjadi sebagian besar karena si pemilik bisnis gak bisa intropeksi diri. Mau jadi pebisnis resikonya harus siap belajar, harus siap dengerin komplain dan perbaiki.

Nah dan memiliki pesaing pun sebenarnya bisa juga membuat kita lengah, karena sangking takutnya tersaingi kamu malah lebih fokus melihat bisnis pesaing dibanding membesarkan bisnis sendiri. Kalo saya sekarang ketika ada yang orang sebut pesaing cepet-cepet saya deketin bukan untuk mematikan tapi saling ngehidupin. Saya sadar hidup gak bisa sendiri, otak saya terbatas. Link saya terbatas dengan bersama-sama ngebangun bisa jadi malah lebih sukses. Saya banyak belajar dari pengusaha-pengusaha gede, mereka terkadang buat bisnis rame-rame untungnya ya bisa berbagi resiko bareng, berbagi untung bareng berbagi pendapat bareng.

Kadang orang awam banyak berpikir, jika si A gabung yang beromset 1milyar gabung sama si B yang meromset 2milyar akan ngehasilin bisnis beromset 3milyar. Padahal ngga!!! Itu matematika anak sd 1+2=3. Di bisnis bisa jadi hasilnya 1+2=50 milyar!!!

Why?

Karena yang biasanya si A ngerjain semuanya sendiri mulai dari marketing hingga produksi bisa jadi lebih fokus sama keahliannya aja dan membuat pekerjaan makin maksimal. Jika si A jago nya di marketing si B jagonya diproduksi otomatis bakal menghasilkan perusahaan yang kuat. Dibandingkan semua dikerjain sendiri dan akhirnya pusing sendiri dan keteteran.

Sehingga karena hanya sendiri saat gagal kemungkinan nyerahnya lebih gede karena gak ada yang nyemangatin saat down apa lagi kalau kamu JOMBLO.

Nah dari bahasan diatas intinya saya cuma mau bilang kalo sebenarnya pesaing atau musuh terbesar itu diri kita sendiri, karena jadi pengusaha itu gak kayak disekolah saat kamu malas ada guru yang negur dan nyuruh ngerjain PR, pengusaha harus nyari PRnya sendiri, harus belajar sendiri, kalo gak belajar hukumannya ya bisnisnya gagal, kebangkrutan dll.

Kalo kamu punya bisnis yang gak ada pesaingnya dikotamu terus lah belajar gimana caranya kamu jadi yang terbesar disana.

Kalo kamu punya pesaing dikotamu, deketin jadiin temen saling belajar siapa tau bisa punya bisnis jauh lebih besar kalo bareng-bareng.

Inget musuh terbesar kita bukan orang lain tapi diri sendiri yang berhenti belajar dan merasa hebat.

 

Patria belum lama ini merilis buku ‘Cerita Brownies’ yang bisa dipesan via Whatsapp +62 838-0664-2537, dicetak terbatas.

 

Foto diambil dari browniesmanten.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s