Bisnis Entrepreneurship

Terdepan Belum Tentu Sampai Tujuan

First mover advantage. Istilah ini adalah salah satu strategi yang paling populer dan dicari dalam dunia usaha. Artinya, dengan menjadi yang pertama membuat atau menerapkan sesuatu, kita akan memperoleh keuntungan besar karena belum ada yang menguasai apa yang kita lakukan tersebut.

Dengan kesuksesan besar almarhum Steve Jobs membangun Apple, Mark Zuckerberg menciptakan Facebook, dan sederet pahlawan start up yang sukses besar dengan menjadi yang pertama di bidangnya, kita sangat terdorong untuk menjadi yang pertama baik sebagai entrepreneur maupun profesional perusahaan yang berusaha menciptakan solusi yang benar-benar baru dengan harapan kompetitor akan tertinggal sangat jauh.

Namun kenyataannya, menjadi first mover begitu berat, bahkan tidak sedikit yang bleeding bahkan sampai bangkrut kehabisan dana. Amat sangat sedikit orang yang sanggup bertahan dan mengubah keadaan dari titik ini. Belakangan, muncullah istilah second mover advantage. Istilah ini mengacu pada strategi yang duduk tenang memperhatikan para inovator melangkah lebih dulu, baru kita berjalan mengikuti langah tersebut dengan melakukan peningkatan (improvement) yang lebih baik.

Dalam artikel yang ditulis di Inc., Bill Green menjelaskan keuntungan menjadi second mover, dimana dia menulis “While the first-movers have been failing forward, the second-movers have been learning from afar–and positioning themselves appropriately for success.” Dengan menjadi second mover, sebuah usaha dapat lebih tenang dijalani karena resiko jauh lebih kecil. Triknya cukup sederhana: belajar dari kegagalan para first mover di bidang Anda. Analisa poin-poin kegagalan mereka, dan cukup cari solusi yang diperlukan untuk mengatasi kegagalan tersebut.

Ngomong-ngomong, bila dianalisa secara historis, Apple dan Facebook sebenarnya masuk dalam kategori second mover, karena IBM dan Myspace sudah lebih dulu muncul, namun Steve Jobs dan Mark Zuckerberg dapat memberikan sesuatu yang lebih baik dan lebih menarik, dengan berkaca–terutama Apple, pada kegagalan first mover.

Jadi bagi Anda yang merasa minder tidak terlahir dengan talenta sebagai inovator jenius, jangan patah arang. Anda justru bisa lebih sukses dari orang-orang nekat itu.

“There is no shame in being a second-mover. At least, no more shame than being a promising first-mover who ends up losing ground to a faster, smarter second-mover.” -Bill Green

 

Foto: Morzaszum (Pixabay)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s