Pengembangan Diri

Satu Perbedaan Yang Dilakukan Para Pemenang

Kemarin saya baca berita, ada seorang maling rumah yang tewas tertusuk pisau saat berduel dengan si pemilik rumah. Apes bagi si maling, pemilik rumah yang dia bobol adalah seorang ban hitam Taekwondo. Saya screen capture beritanya lalu saya post di Instastory. Beberapa menit kemudian ada seorang teman yang mengomentari berita ini, “kurang observasi” tulis teman saya, diikuti dengan hashtag “#pentingnyapreparation”. Saya sedikit tertawa saat membaca komentar teman saya ini. Yang dia tulis benar sekali, ternyata maling saja perlu persiapan matang kalau tidak ingin berakhir naas, paling tidak riset dulu.

Saya banyak dengar orang-orang yang bilang “enak ya jadi Influencer, hidupnya cuma hang out gaya-gaya terus di foto, dapet duit!”. Setiap mendengar perkataan ini, saya selalu jelaskan bahwa menjadi mereka sangat sulit, banyak hal yang harus mereka lakukan di balik layar agar justru terlihat effortless. Berteman dengan beberapa social media influencers jauh sebelum mereka menjadi terkenal, saya berkesempatan untuk mendengar curhatan pribadi dan melihat langsung bagaimana persiapan mereka untuk mengeksekusi post demi post yang orang bilang gampang.

Ternyata tidak terjadi instan begitu saja. Mereka tetap menjalani proses yang malah dalam beberapa proyek, sangat detail dan melelahkan. Mereka harus mempersiapkan dari rumah (atau kantor) properti yang tepat untuk setiap produk yang harus mereka cari atau beli terlebih dahulu. Ada yang sampai membuat moodboard dulu, jadi tidak sekonyong-konyong datang ke lokasi dan shooting ala kadarnya. Mereka perlu waktu mencari kombinasi–baik pakaian maupun makanan, yang paling cocok untuk produk yang sedang dikerjakan. Mereka harus mencoba beberapa angle sebelum hari eksekusi, bahkan ada seorang teman yang latihan terus-menerus untuk mencapai teknik foto yang membuatnya terkenal. Influencers yang memiliki konten berkualitas adalah mereka yang melakukan persiapan matang.

Melihat Christiano Ronaldo beraksi di lapangan juga kurang lebih sama. Pergerakannya yang effortless, tendangannya yang begitu ringan namun kencang sekali, lari yang amat cepat, mudah sekali membuat kita iri. Tapi sudah bukan menjadi rahasia bagaimana keras dan disiplinnya Ronaldo berlatih. Dia adalah orang pertama yang datang latihan, berlatih 1 jam lebih dulu sebelum latihan resmi dimulai, dan tetap tinggal berlatih setelah sesi berakhir. Carlo Ancelotti yang pernah menjadi pelatihnya mengungkapkan bahwa “Ronaldo never got badly injured because he did so much of the prevention work that can help you avoid those sort of problems.”

Persiapan adalah kunci kemenangan, karena artinya kita mempersiapkan diri sendiri dan juga mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Seringkali, pemenang bukan berhasil karena dia jago, tapi karena dia mempersiapkan diri dengan amat baik nyaris sempurna sehingga ditengah tekanan, dia dapat leluasa memilih dengan cepat opsi-opsi apa yang paling tepat untuk mengatasi tekanan tersebut.

Bagaimana cara seorang pemenang memiliki banyak opsi meski dalam tekanan? Dari latihan demi latihan. Bagaimana cara untuk tahu opsi mana yang terbaik? Dari banyaknya jam yang dihabiskan untuk mencoba berbagai hal sehingga dia mengetahui seluk-beluk medan perangnya. Lalu apa yang membuat dia dapat mengeksekusi opsinya dengan baik? Juga dari latihan yang berulang-ulang sampai menjadi hal yang natural. Latihan adalah usaha mempersiapkan kemenangan. Semakin giat Anda berlatih, semakin detail juga persiapan yang bisa Anda buat, artinya semakin besar kemungkinan Anda untuk menang.

Foto: Sebastian Voortman (Pexels)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s